Rabu, 03 September 2014

Ketika aku mengingat SMKN 1 CIMAHI

23.51



Ini aku yang sedang duduk di meja kerja, aku yang sedang bingung hendak mengerjakan apa. Sedang ruangan disesaki oleh suara serpihan tombol keyboard  dengan jari manusia. Ini aku yang sedang mencoba mengingat satu kondisi dan ini adalah salah satu rutinitas aku di tahun 2005. Saat itu, aku masih berseragam putih-abu. Menandakan aku yang masih menyandang predikat siswa disalah satu SMK negeri yang ada di kota Cimahi. Sekolah yang luas disertai dengan pepohonan yang tidak sedikit. Ada taman bambu kuning di depan aula dan jalanan koridor yang luas.
Dan itu aku yang baru saja terbangun dari tidurku dan itu adalah pukul 04:30 pagi. Aku yang harus segera bergegas mandi sebab rumahku sangat jauh dari sekolah. Rumah tempat aku tinggal saat itu adalah disebuah perumahan kecil yang berada di daerah kabupaten bandung barat. Pukul 05:15 aku sudah harus pergi berjalan kaki, menyusuri blok-blok perumahan penduduk yang sudah sering kali aku lewati setiap harinya. Mengantarkan aku menuju ujung jalan yang saat itu belum di aspal. Masih berupa tanah merah yang akan berubah menjadi debu gersang saat kemarau datang. Selepas melewati sebidang tanah itu segera aku harus melompati banyak sekali bantalan rel kereta. Ya bantalan kereta, sebab aku harus menyusuri ribuan bantalan kereta itu sebelum kereta yang hendak membawaku datang dan segera pergi meninggalkanku. Aku yang kadang terburu memburu waktu agar aku bisa sampai dengan cepat di tujuanku. Sebuah stasiun kereta kecil. Tidak lebih dari 10 meter lebar stasiun itu. Sangat kecil, bahkan tidak ada rel lebih untuk kereta yang akan melakukan langsir disana. Kereta yang setia aku tumpangi adalah kereta api jurusan padalarang-cicalengka. Sedang aku menaiki kereta itu dari stasiun gado bangkong dan akan segera turun satu stasiun berikutnya. Dan itu adalah stasiun cimahi.

Kau tahu, ada banyak sekali siswa dari sekolahku yang menumpang kereta yang sama, menjadikan aku harus berkenalan dengan mereka. Dan itu sangat menyenangkan, membuat aku bisa berbicara dengan banyak orang. Banyak karakter yang bisa aku pelajari ketika berpergian dengan kereta api. Dan banyak hal yang membuat aku begitu mensyukuri hidupku yang ternyata jauh lebih baik dari mereka yang nampak lebih lelah dariku. Ah hidupku memang indah, walau aku selalu berjalan kaki jauh setiap hari sebab aku tidak punya kendaraan bermotor.

Setelah turun di stasiun cimahi bergegas aku mencari angkutan umum jurusan Cimindi, itu dia angkot yang berwarna ungu kalau tidak salah. Sering kali harus berdesakan. Terpaksa aku harus berdesakan, setidaknya itu lebih baik dibanding dengan datang terlambat dan harus push up di depan lapangan. Dan 15 menit kemudian setelah naik angkot tersebut. Sampailah aku disebuah sekolah. Tempat dimana aku menuntut ilmu yang membuat aku menjadi seperti sekarang. Tempat dimana aku belajar untuk berpikir kritis akan sesuatu hal. Tempat dimana aku sering kali harus panik belingsatan sebab belum mengerjakan PR. Tempat aku harus mengikuti Pembinaan Fisik dan Mental. Ah, sudah lama aku tidak mengunjungimu. Dan sabtu ini, 6 september 2014 aku akan menemuimu duhai sekolah yang aku cintai. Duhai STM PEMBANGUNAN BANDUNG, duhai SMKN 1 CIMAHI.

Suatu kehormatan dan kebanggan pernah menjadi bagian dari dirimu.

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 IRVAN GALUH. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top