Ini aku yang sedang duduk di meja kerja, aku yang sedang
bingung hendak mengerjakan apa. Sedang ruangan disesaki oleh suara serpihan
tombol keyboard dengan jari manusia. Ini aku yang sedang
mencoba mengingat satu kondisi dan ini adalah salah satu rutinitas aku di tahun
2005. Saat itu, aku masih berseragam putih-abu. Menandakan aku yang masih
menyandang predikat siswa disalah satu SMK negeri yang ada di kota Cimahi. Sekolah
yang luas disertai dengan pepohonan yang tidak sedikit. Ada taman bambu kuning
di depan aula dan jalanan koridor yang luas.
Dan itu aku yang baru saja terbangun dari tidurku dan itu
adalah pukul 04:30 pagi. Aku yang harus segera bergegas mandi sebab rumahku
sangat jauh dari sekolah. Rumah tempat aku tinggal saat itu adalah disebuah
perumahan kecil yang berada di daerah kabupaten bandung barat. Pukul 05:15 aku
sudah harus pergi berjalan kaki, menyusuri blok-blok perumahan penduduk yang
sudah sering kali aku lewati setiap harinya. Mengantarkan aku menuju ujung
jalan yang saat itu belum di aspal. Masih berupa tanah merah yang akan berubah
menjadi debu gersang saat kemarau datang. Selepas melewati sebidang tanah itu
segera aku harus melompati banyak sekali bantalan rel kereta. Ya bantalan
kereta, sebab aku harus menyusuri ribuan bantalan kereta itu sebelum kereta
yang hendak membawaku datang dan segera pergi meninggalkanku. Aku yang kadang
terburu memburu waktu agar aku bisa sampai dengan cepat di tujuanku. Sebuah stasiun
kereta kecil. Tidak lebih dari 10 meter lebar stasiun itu. Sangat kecil, bahkan
tidak ada rel lebih untuk kereta yang akan melakukan langsir disana. Kereta yang
setia aku tumpangi adalah kereta api jurusan padalarang-cicalengka. Sedang aku
menaiki kereta itu dari stasiun gado bangkong dan akan segera turun satu
stasiun berikutnya. Dan itu adalah stasiun cimahi.
Kau tahu, ada banyak sekali siswa dari sekolahku yang
menumpang kereta yang sama, menjadikan aku harus berkenalan dengan mereka. Dan itu
sangat menyenangkan, membuat aku bisa berbicara dengan banyak orang. Banyak karakter
yang bisa aku pelajari ketika berpergian dengan kereta api. Dan banyak hal yang
membuat aku begitu mensyukuri hidupku yang ternyata jauh lebih baik dari mereka
yang nampak lebih lelah dariku. Ah hidupku memang indah, walau aku selalu
berjalan kaki jauh setiap hari sebab aku tidak punya kendaraan bermotor.
Setelah turun di stasiun cimahi bergegas aku mencari
angkutan umum jurusan Cimindi, itu dia angkot yang berwarna ungu kalau tidak
salah. Sering kali harus berdesakan. Terpaksa aku harus berdesakan, setidaknya
itu lebih baik dibanding dengan datang terlambat dan harus push up di depan
lapangan. Dan 15 menit kemudian setelah naik angkot tersebut. Sampailah aku
disebuah sekolah. Tempat dimana aku menuntut ilmu yang membuat aku menjadi
seperti sekarang. Tempat dimana aku belajar untuk berpikir kritis akan sesuatu
hal. Tempat dimana aku sering kali harus panik belingsatan sebab belum
mengerjakan PR. Tempat aku harus mengikuti Pembinaan Fisik dan Mental. Ah,
sudah lama aku tidak mengunjungimu. Dan sabtu ini, 6 september 2014 aku akan
menemuimu duhai sekolah yang aku cintai. Duhai STM PEMBANGUNAN BANDUNG, duhai
SMKN 1 CIMAHI.
Suatu kehormatan dan kebanggan pernah menjadi bagian dari
dirimu.

0 komentar:
Posting Komentar